liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Suku Bunga BI Diprediksi Naik, Ini Prospek Saham Properti dan Otomotif

Suku Bunga BI Diprediksi Naik, Ini Prospek Saham Properti dan Otomotif

JAKARTA, iNews.id – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen, mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Analis PT Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan The Fed akan tetap menaikkan suku bunga meski laju inflasi Amerika Serikat (AS) mulai melambat. The Fed melakukan ini untuk mencapai target inflasi 2 persen.

“Jadi selama beberapa bulan ini The Fed masih akan menaikkan suku bunga, tapi tidak terlalu agresif, hanya sekitar 25 basis poin,” kata Andhika dalam Market Buzz IDX Channel, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, kenaikan suku bunga BI akan berdampak pada sektor real estate dan otomotif. Alasannya, keinginan masyarakat untuk membeli rumah akan tertahan karena bunga kredit perumahan rakyat (KPR) juga akan dinaikkan, begitu pula dengan bunga kredit kendaraan bermotor.

Seiring dengan tingginya suku bunga acuan, masyarakat lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari ketimbang harus membayar rumah. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi tingkat penjualan atau sales marketing perusahaan properti.

Meski begitu, Andhika tetap merekomendasikan saham-saham di sektor real estate dan otomotif untuk investasi jangka panjang karena harganya yang masih murah. Sedangkan untuk pedagang, dia merekomendasikan wait and see dulu.

“Anda bisa lebih selektif dan memilih emiten yang rajin membayar dividen dan memiliki dividend payout ratio yang besar, sehingga dividend yield yang diterima investor juga besar,” kata Andhika.

Dia mengungkapkan harga saham yang masih murah di sektor real estate dan otomotif, serta musim pembagian dividen yang akan datang menjadi faktor menarik untuk mempertimbangkan investasi jangka panjang di kedua sektor tersebut.

“Saya sarankan investasi dulu, beli saat lemah. Dalam jangka panjang, tentu kita akan diuntungkan dengan kenaikan harga tersebut,” kata Andhika.

Editor : Jeanny Aipassa

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel:

Jelang Tahun Politik, Analis Prediksi Ekonomi RI Bakal Bergerak Makin Kencang Previous post Jelang Tahun Politik, Analis Prediksi Ekonomi RI Bakal Bergerak Makin Kencang
Jokowi Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulut Senilai Rp1,9 Triliun Next post Jokowi Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulut Senilai Rp1,9 Triliun