liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kenapa Banyak Crazy Rich di Surabaya? Ini Jawabannya

Kenapa Banyak Crazy Rich di Surabaya? Ini Jawabannya

JAKARTA, iNews.id – Kota Surabaya disebut-sebut sebagai sarang orang kaya gila. Banyak konglomerat Indonesia yang tinggal atau berasal dari ibu kota provinsi Jawa Timur (Jawa Timur) ini.

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dikenal sebagai pusat bisnis, industri, perdagangan dan pendidikan. Selain itu, kota yang berjuluk Kota Pahlawan ini juga merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian Jawa Timur sekaligus kota metropolitan terbesar di kawasan tersebut.

Banyak warga Surabaya yang masuk dalam kategori orang super kaya, bahkan tagar #crazyrichsurabaya sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial. Julukan Surabaya Crazy Rich ditujukan kepada para konglomerat asal Surabaya.

Beberapa konglomerat Surabaya antara lain Alexander Tedja, Tahir, Susilo Wonowidjojo, serta Wijono dan Hermanto Tanoko. Nah, dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan kenapa banyak orang kaya gila di Surabaya:

1. PDB Surabaya tinggi

Produk Domestik Bruto (PDB) Kota Surabaya tahun 2017 menyumbang hampir seperempat perekonomian Jawa Timur. Sementara itu, PDB Jawa Timur menyumbang sekitar 15 persen dari PDB negara. Artinya, Surabaya merupakan salah satu penggerak perekonomian Indonesia.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Surabaya tahun lalu juga melebihi kinerja Jawa Timur, bahkan secara nasional. Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, PDRB Kota Surabaya atas dasar harga berlaku tahun lalu mencapai Rp 590,23 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp 554,51 triliun akibat penurunan pandemi Covid-19 dan dimulainya perekonomian. pemulihan.

Sementara itu, pada triwulan III 2022, PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp700,59 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan Rp447,54 triliun.

2. Letak Geografis yang Strategis

Letak geografis Surabaya yang terhubung dengan timur Indonesia diduga menjadi alasan banyak konglomerat memilih menetap di sana. Lokasi yang strategis ini membuat Surabaya cukup unggul di bidang perdagangan.

Kecepatan uang di kota ini begitu cepat. Memang Surabaya memiliki banyak pusat industri, sehingga kota ini menjadi salah satu kota industri terbesar di Indonesia.

Editor: Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:

Sri Mulyani Sebut Pasar Karbon Jadi Tantangan Sekaligus Jawaban dari Perubahan Iklim Previous post Sri Mulyani Sebut Pasar Karbon Jadi Tantangan Sekaligus Jawaban dari Perubahan Iklim
Suku Bunga The Fed Naik ke Level Tertinggi 15 Tahun, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Modal RI? Next post Suku Bunga The Fed Naik ke Level Tertinggi 15 Tahun, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Modal RI?