liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Indonesia Mampu Kendalikan Inflasi Pangan di Tengah Gejolak Harga

Indonesia Mampu Kendalikan Inflasi Pangan di Tengah Gejolak Harga

JAKARTA, iNews.id – Deputi III Kepala Staf Presiden (KSP) bidang ekonomi, Edy Priyono mengatakan, Indonesia mampu mengendalikan inflasi pangan dalam situasi fluktuasi harga pangan global. Sementara itu, laju inflasi pangan Indonesia secara konsisten terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.

“Hal yang patut disyukuri adalah konsistennya penurunan inflasi tahunan komponen pangan, dari level tertinggi pada Juli 2022 yang sebesar 11,47 persen menjadi 5,7 persen pada bulan lalu. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum harga komoditas pangan relatif di bawah pengendalian pasca kebijakan penyesuaian harga energi pada September 2022,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (3/12/2022).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Desember 2022 menunjukkan, inflasi pangan Indonesia kini tercatat sebesar 5,7 persen. Ini lebih rendah dibandingkan negara lain seperti India 7,01 persen, Singapura 7,1 persen, Filipina 9,4 persen, Thailand 9,6 persen, Brasil 11,2 persen, dan Afrika Selatan 12 persen.

Artinya, di tengah fluktuasi harga pangan dunia, Indonesia relatif mampu mengendalikan inflasi komponen pangan, ujarnya.

Edy mengatakan, penurunan inflasi pangan tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah seperti pelaksanaan operasi pasar, pelaksanaan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Selain itu, optimalisasi penggunaan Contingency Expenses (BTT) untuk mengendalikan inflasi dan biaya wajib DTU 2 persen untuk meredam dampak inflasi.

Editor: Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:

SINI Melesat 69 Persen, ZATA Anjlok 29 Persen Previous post SINI Melesat 69 Persen, ZATA Anjlok 29 Persen
Daftar Miliarder Pemilik Klub Bola Ini Punya Pemain Terbanyak di Piala Dunia Next post Daftar Miliarder Pemilik Klub Bola Ini Punya Pemain Terbanyak di Piala Dunia