liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Harga Energi Turun, Inflasi Eropa Melandai Jadi 9,2 Persen

Harga Energi Turun, Inflasi Eropa Melandai Jadi 9,2 Persen

BRUSSELS, iNews.id – Inflasi di kawasan Eropa turun pada Desember 2022 atau selama dua bulan berturut-turut. Inflasi utama, yang meliputi penurunan biaya makanan dan energi, mencapai 9,2 persen, menurut data dari badan statistik Eropa, Eurostat.

Mengutip CNBC International, penurunan ini berlanjut dari tingkat inflasi headline November 2022 sebesar 10,1 persen, penurunan pertama sejak Juni 2021.

Perekonomian kawasan Eropa berada di bawah tekanan besar setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, di mana harga energi dan pangan melonjak tahun lalu. Dalam upaya memerangi kenaikan harga, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga empat kali tahun lalu, dan kemungkinan akan melakukannya lagi tahun ini. Sementara itu, suku bunga utama ECB saat ini sebesar 2 persen.

Harga energi telah jatuh di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Harga gas alam diperdagangkan sekitar 72,42 euro per megawatt jam pada hari Jumat, jauh di bawah puncaknya di 349,90 euro per megawatt jam pada Agustus 2022.

Di antara komponen inflasi, energi tetap menjadi pendorong terbesar di bulan Desember, namun menurun dari level sebelumnya. Harga energi turun dari 34,9 persen pada November menjadi sekitar 25,7 persen pada Desember, menurut angka terbaru.

Meski begitu, analis mengatakan masih terlalu dini untuk merayakan penurunan inflasi. Pasalnya, ECB diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga tahun ini.

“Suku bunga akan mencapai 3 persen, dan mungkin harus bertahan sepanjang tahun, bahkan saat resesi ekonomi semakin nyata,” ujar Hetal Mehta dari Legal & General Investment dikutip, Minggu (8/1/2023).

Editor : Aditya Pratama

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel:

Hary Tanoe Bertemu Mendag Malaysia dan Bos Berjaya Group, Bahas Peluang Kerja Sama Previous post Hary Tanoe Bertemu Mendag Malaysia dan Bos Berjaya Group, Bahas Peluang Kerja Sama
Produsen Cap Tikus Listing di Bursa Hari Ini, Simak Profilnya Next post Produsen Cap Tikus Listing di Bursa Hari Ini, Simak Profilnya