liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Hadapi 2023, Investor Pasar Modal Diminta Tak Terlalu Agresif

Hadapi 2023, Investor Pasar Modal Diminta Tak Terlalu Agresif

JAKARTA, iNews.id – Investor pasar modal diminta untuk tidak terlalu agresif berinvestasi di tahun 2023, ketika kondisi ekonomi diperkirakan akan lebih menantang. Selain itu, investor perlu lebih memperhatikan situasi ekonomi makro global.

Kepala Ekonom TCW Investment Management, Budi Hikmat, mengatakan jika suku bunga di Amerika Serikat (AS) atau bank sentral The Fed kembali naik tahun depan, industri perbankan diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

Tanpa penyaluran kredit yang ideal, diperkirakan perekonomian akan sulit bergerak lebih cepat, sehingga kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi akan lebih besar. Selain itu, situasi tersebut diperburuk oleh konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Karena itu, menurut dia, investor harus membiasakan diri dengan situasi ekonomi menghadapi inflasi tahun depan.

“Yang menarik adalah kemungkinan stagflasi prospek ekonomi. Tetapi prospek investasi tidak pasti. Karena pasar modal selalu bergerak mendahului sektor riil. Strategi investasi untuk tahun 2023 hidup dengan inflasi. Saran saya sebenarnya kalau bicara investasi jangan dipersempit ke saham, tolong pertimbangkan properti,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat (30/12/2022).

Budi menambahkan, saat menghadapi ketidakpastian tahun depan, sebaiknya investor melengkapi kelas asetnya. Dia menuturkan, hal yang paling menarik sepanjang tahun ini adalah keluarnya dana asing yang luar biasa besar pada instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN).

Editor : Aditya Pratama

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel:

Ada Aset Negara Rp1.464 Triliun yang Perlu Dikelola saat Pindah ke IKN Previous post Waspadai Pelemahan Ekspor di 2023, Sri Mulyani Suntik Rp1 Triliun ke LPEI
Begini Cara Bayar PBB Online Lewat m-Banking 4 Bank Besar di Indonesia Next post Begini Cara Bayar PBB Online Lewat m-Banking 4 Bank Besar di Indonesia