liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Bupati Meranti Sebut Kemenkeu Diisi Iblis, Wamenkeu: Serius Mikirnya Gitu?

Bupati Meranti Sebut Kemenkeu Diisi Iblis, Wamenkeu: Serius Mikirnya Gitu?

JAKARTA, iNews.id – Pernyataan Bupati Meranti, Muhammad Adil yang menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) penuh jin atau setan mendapat reaksi dari pejabat kementerian.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mempertanyakan dasar pernyataan Bupati Kepulauan Meranti yang dinilainya kurang tepat.

“Ada bupati yang menganggap Kementerian Keuangan itu setan atau iblis. Itu sama sekali tidak pantas. Benarkah menurut Anda?” tulis Suahasil di akun Instagram resminya @suahasil di Jakarta, Senin (12/12/2022).

Bahkan, selain mengunggah data khusus Kepulauan Meranti, ia juga memaparkan keberadaan negara melalui APBN untuk berbagai daerah di Indonesia tidak hanya melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Transfer seperti DAU, DAK, dan JPS, tetapi juga melalui biaya kementerian. / institusi.

“Kehadiran negara juga dilakukan melalui berbagai pengeluaran Kementerian/Lembaga (K/L) dari pusat di daerah seperti pengeluaran Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan berbagai program lainnya. Aparat keamanan di berbagai pelosok daerah juga dibiayai dari uang APBN kita,” kata Suahasil. .

Selain itu, ada juga pengeluaran untuk subsidi energi agar masyarakat bisa membayar harga BBM dan listrik bersubsidi. Semua itu untuk disalurkan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Meranti, lanjut dia, pengaduan dari Bupati bisa dicek melalui data penyaluran anggaran dari Kementerian Keuangan. Jika dirasa masih ada yang kurang dan perlu diperbaiki, Anda bisa berdiskusi dengan Menteri Keuangan.

“Kalau ada yang harus diperbaiki, bukan hanya ‘bisa’ atau ‘bisa’, tapi harus kita perbaiki. Kita akan bicarakan. Dengan data, dengan cara yang baik, dalam konteks Indonesia. Itu bagaimana kita semua hidup berbangsa, Indonesia,” kata Suahasil.

Ia juga prihatin dengan ancaman Bupati Meranti yang ingin pindah ke negara tetangga karena merasa tidak mendapat perhatian atau alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan.

“Yang paling menyedihkan adalah ketika berpikir untuk “pindah” ke negara selanjutnya. Ini jauh dari cita-cita para pendiri Republik, dan jauh dari cita-cita bangsa Indonesia,” kata Suahasil.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:

Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Properti, Rumah atau Apartemen? Previous post Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Properti, Rumah atau Apartemen?
Erick Thohir Optimistis Program Bersih-Bersih BUMN Basmi Koruptor Next post Erick Thohir Optimistis Program Bersih-Bersih BUMN Basmi Koruptor