liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
BTN Jadi Bank Kustodian, Bidik Dana Kelolaan Rp12 Triliun

BTN Jadi Bank Kustodian, Bidik Dana Kelolaan Rp12 Triliun

JAKARTA, iNews.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah mendapat persetujuan dari Dewan Jasa Keuangan (OJK) sebagai Kustodian pada 17 November 2022. Setelah itu, BTN bekerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menandatangani perjanjian kerjasama sebagai pemegang rekening KSEI di Jakarta hari ini. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Keuangan Bank BTN Nofry Rony Poetra, Direktur Distribusi & Pembiayaan Jasmin, Komisaris KSEI Dian Fithri Fadilla, Direktur PT Bursa Efek Indonesia Sunandar, Direktur PT Kliring Penjaman Indonesia Efek Indonesia Antonius Herman Azwar, dan Direktur KSEI Supranoto Prajogo.

Nixon menyampaikan apresiasinya kepada OJK dan KSEI yang telah mendukung komitmen BTN untuk mengembangkan pasar modal di Indonesia. Dijelaskannya, setelah terdaftar sebagai Pemegang Rekening KSEI, Kustodian BTN dapat memberikan layanan dan menjalin kerjasama dengan nasabah dan/atau investor yang berinvestasi melalui pasar modal dalam memberikan layanan administrasi efek, penyelesaian transaksi dan mengurus hak-hak nasabah terkait dengan surat berharga yang mereka miliki. dan diadministrasikan di Kustodian BTN.

Status Kustodian ini akan menambah layanan BTN bagi nasabah yang akan berinvestasi di pasar modal. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan tepat kepada nasabah yang menggunakan jasa kustodian karena didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman, infrastruktur yang baik, dan sistem kustodian yang handal,” kata Nixon di Jakarta, Selasa (27/12/2022).

Sebagai bank kustodian, Nixon mengaku, BTN akan bersaing dengan 23 bank lain yang mengalami kesulitan di bisnis jasa kustodian. Namun, dia optimistis BTN mampu bersaing dengan bank-bank lokal maupun asing tersebut dengan berbagai strategi.

Selain sistem kustodian yang mumpuni, setiap nasabah dilayani oleh petugas bank yang fokus pada nasabah individu/lembaga (dedicated person), proses rekonsiliasi portofolio nasabah dilakukan setiap hari dan terdapat pembagian tingkat akses dan dual control. atau beberapa kontrol untuk lebih aman dan biaya layanan perawatan Bank BTN kompetitif.

Dengan semakin besarnya minat investasi dan perkembangan pasar modal di tanah air, Nixon menilai prospek bisnis Kustodian akan semakin baik, sehingga BTN akan masuk ke bisnis ini. BTN menargetkan dapat mengelola dana dari nasabah institusi dengan menggunakan jasa Kustodian sekitar Rp 12 triliun pada tahun pertama.

“Dengan melebarkan bisnis menjadi bank kustodian, kami juga berharap ada peningkatan pendapatan bank di luar pendapatan bunga kredit atau fee based income, dimana jasa kustodian memberikan kontribusi sekitar Rp 3,6 miliar pada tahun pertama dan bisa melebihi Rp 7 miliar dalam 5 tahun mendatang,” kata Nixon.

Dengan penambahan layanan Kustodian, Nixon menilai, BTN dapat meningkatkan kecepatan dan kenyamanan layanan kepada nasabah Wealth Management BTN. Selain itu, BTN juga semakin menunjukkan komitmennya untuk mendukung pasar modal di Indonesia secara konsisten, diantaranya sebagai emiten, Bank BTN telah menerbitkan obligasi yang dilakukan hampir setiap tahun.

Selain itu, BTN menjadi pelopor implementasi sekuritisasi KPR melalui mekanisme KIK-EBA dan EBA-SP pertama di Indonesia.

“Bank BTN sebagai lembaga pendukung di pasar modal berperan sebagai wali amanat bagi lembaga yang menerbitkan obligasi dan agen pemantau bagi perusahaan yang menerbitkan Medium Term Notes (MTN) dan Bank BTN juga berperan sebagai Bank pengelola Rekening Dana Nasabah,” ujar Nixon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, kerja sama dengan BTN sebagai pemegang rekening KSEI merupakan salah satu upaya untuk memperluas jaringan pasar modal ke masyarakat.

“Kerja sama dengan Bank BTN sebagai pemegang rekening KSEI telah menambah jumlah bank Kustodian menjadi total 24 bank. Keikutsertaan Bank BTN sebagai pemegang rekening KSEI diharapkan akan semakin memudahkan penatausahaan dan penyimpanan efek atau dengan kata lain semakin memudahkan investor untuk berinvestasi di pasar modal,” ujar Uriep.

Ia menambahkan, hal ini seiring dengan peningkatan jumlah investor pasar modal yang terus berlanjut hingga saat ini. Jumlah total investor pasar modal Indonesia per 16 Desember 2022 telah mencapai 10,24 juta investor, meningkat 36,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan lebih dari 99 persen didominasi oleh investor individu.

Peningkatan juga terjadi pada nilai simpanan yang meningkat 15,8 persen dibandingkan akhir tahun 2021 menjadi Rp 6.531 triliun pada 16 Desember 2022. Dari seluruh aset tersebut, lebih dari 61 persen disimpan di bank kustodian, khususnya didominasi oleh investor institusional. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Bank Kustodian di pasar modal Indonesia.

KSEI berharap dengan tambahan fungsi sebagai Bank Kustodian, BTN dapat berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal Indonesia, terutama melalui peningkatan jumlah investor dan likuiditas transaksi.

Editor: Jujuk Ernawati

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel:

IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound, Intip 8 Rekomendasi Saham Previous post IHSG Hari Ini Dibuka Reli, Intip 3 Saham dengan Transaksi Terbesar
Daftar Besaran Tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi dari 5-35 Persen  Next post Daftar Besaran Tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi dari 5-35 Persen